|
NU
Cabang Istimewa Malaysia
Berangkat dari fenomena kultural bahwa sebuah komunitas memerlukan
identitas. Dengan mengusung berbagai simbol kultural inilah tak
ayal telah menggerakkan hati dan 'kaki' beberapa orang generasi
muda dan mahasiswa NU untuk melahirkan Nahdlatul Ulama di Malaysia
sebagai wadah ekspresi sekaligus simbol identitas diri (lihat; Sejarah).
Pijakan ini bukan tidak beralasan mengingat Malaysia adalah potensi
besar bagi lahan gerakan kultural NU. Sensus warga NU di Malaysia
memang tidak pernah kami lakukan. Namun cukup realistis jika dengan
potensi komunitas pelajar dan mahasiswa Indonesia di Malaysia yang
mencecah angka 10.000-an, bukan mustahil jika kami mengatakan bahwa
setidak-tidaknya terdapat minimal 750 pelajar (7.5%) yang berbasis
kultur NU telah ada dan berada di Malaysia. Dan bukan mustahil dengan
angka 800.000,- pekerja Indonesia yang bekerja di Malaysia baik
yang berstatus legal maupun ilegal setidak-tidaknya masih menyisakan
100.000,- pekerja yang mempunyai basis ideologi NU. Belum lagi komunitas
masyarakat Indonesia berstatus semi warganegara sebagai penduduk
tetap yang mayoritas berasal dari Jawa, Bawean dan Madura mahupun
dari propinsi dan kepulauan lainnya di Indonesia, yang telah menjejakkan
kakinya di Malaysia semenjak tahun 70-an yang diperkirakan mencapai
puluhan ribu orang. Tentu potensi besar ini tak dapat diabaikan
begitu saja, baik secara sosial maupun kultural. Dengan mengusung
segala potensi yang ada dan bermodalkan idealisme kultural dan intelektual
yang meluap-luap maka lahirlah NU Cabang Istimewa "negeri Jiran"
Malaysia. Organisasi kami ini akhirnya mendapat pengakuan struktural
secara resmi sebagai NU Cabang Istimewa Malaysia (NUCIM) pada Muktamar
Lirboyo tahun 1999.
Layaknya komunitas kultural NU di Indonesia, kami adalah warga
kultural untuk tidak sekedar mengatakan bahwa kami adalah warga
grudak-gruduk atau komunitas kumpul-kumpul semata-mata. Meski demikian
kami juga bukan "tong kosong nyaring bunyinya". Dengan
mengusung berbagai idealitas generasi muda, intelektualitas mahasiswa
sekaligus memanfaatkan berbagai potensi kultural sebagai warga pendatang,
berbagai bentuk program dan kegiatan telah dan akan kami lakukan
dalam bingkai struktur yang bernama Nahdlatul Ulama Cabang Istimewa
Malaysia (NUCIM) ini.
Banyak segmen yang coba kita masuki dalam rangka merealisasikan
visi dan misi NU sebagai organisasi sosial keagamaan. Hal ini diambil
berdasarkan pertimbangan obyektif di mana warga NU di Malaysia terdiri
dari banyak kalangan para pengemis ilmu (mahasiswa) maupun pengais
rejeki (pekerja), baik yang berstatus sebagai pendatang maupun penduduk
tetap. Untuk itu beberapa segmen berikut merupakan alternatif-alternatif
sarana dan wadah untuk merealisasikan tujuan pemberdayaan tersebut.
Departemen Dakwah
Departemen ini mempunyai matlamat sebagai sarana pemberdayaan rohani
sekaligus sebagai corong untuk lebih memasyarakatkan kultur keagamaan
NU, baik di kalangan warga NU sendiri maupun kalangan bumiputera
Malaysia (Melayu) yang memang berkultur NU, mengingat mayoritas
penduduk Islam Malaysia adalah berfaham Sunni madhab Syafi'i. Banyak
kegiatan yang dilakukan oleh departemen ini, dari acara kultural
tahlilan, yasinan, hingga pendelegasian da'i ke beberapa surau dan
masjid yang ada di Malaysia serta kilang-kilang (pabrik) dan kongsi-kongsi
(penampungan pekerja di tapak proyek pembangunan) yang dihuni oleh
para pekerja Indonesia.
Departemen Pendidikan
Departemen ini merupakan jembatan dan sarana pemberdayaan bagi para
intelektual muda NU. Usaha yang dilakukan departemen ini antara
lain adalah membuat jaringan kerjasama dengan universitas-universitas
di Malaysia (MoU) untuk memberikan sarana kemudahan bagi pelajar-pelajar
NU memasuki universitas-universitas negeri di Malaysia. Di antara
universitas yang sedang diusahakan untuk itu antara lain adalah:
Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) Bangi Selangor, Universiti
Malaya (UM) Lembah Pantai Kuala Lumpur, Universiti Putra Malaysia
(UPM) Serdang Selangor dan Universiti Islam Antarabangsa Malaysia
(UIAM), Gombak Kuala Lumpur.
Departemen Pengembangan Ekonomi
Departemen ini sebagai usaha untuk mencari kemungkinan usaha pemberdayaan
ekonomi warga NU dengan membentuk berbagai jaringan usaha dan perdagangan,
baik di Malaysia maupun di Indonesia. Usaha ini semakin urgen dilakukan
mengingat potensi geografi maupun hubungan kerjasama bilateral yang
erat di antara Indonesia dan Malaysia.
Departemen Tenaga Kerja
Departemen ini merupakan salah satu ujung tombak bagi usaha memberdayakan
para tenaga kerja Indonesia, khususnya warga NU. Dengan fenomena
yang boleh dikatakan hampir kira-kira 30% tenaga kerja Indonesia
di Malaysia "bermasalah" yang dapat dilakukan departemen
ini adalah berusaha memberikan bantuan advokasi dan pendampingan
bagi para TKI yang bermasalah di samping dengan cara berkordinasi
dengan pihak yang berwenang dalam menangani masalah-masalah tersebut,
khususnya Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur.
Departemen Bantuan Hukum (LPBH)
Departemen ini merupakan kelanjutan dari usaha advokasi dan pendampingan
bagi para pekerja dan sesiapa yang meminta bantuan hukum. Khususnya
bantuan pra-Mahkamah dan proses mahkamah bagi para pekerja yang
bermasalah.
Departemen Informasi dan Komunikasi
Departemen ini berusaha untuk memberikan arus informasi dan komunikasi
dengan mana-mana pihak yang berkaitan dengan NU Malaysia dan segala
keperluannya, baik pihak KBRI, sesama NGO yang ada di Malaysia,
maupun pihak dan organisasi yang berada di Indonesia.
Departemen Pemuda dan Mahasiswa
Departemen ini dibentuk sebagai sarana untuk membangun komunikasi
dan arus informasi di kalangan generasi muda NU di Malaysia maupun
dengan pihak dan organisasi kepemudaan yang ada di Malaysia, baik
yang dianggotai oleh komunitas warga Indonesia maupun Malaysia,
seperti PPI dll.
Departemen Jam'iyyah Qurra' wal Huffadz
Banyaknya warga NU di Malaysia yang bergelar al-Qari' (ahli Qira'ah)
dan al-Hafiz (hafal al-Qur'an) merupakan potensi tersendiri yang
harus dikelola. Bahkan ada juga warga NU yang mempunyai pesantren
di Malaysia. Oleh karenanya, pengorganisasian kiranya perlu dilakukan
agar komunitas tersebut membawa output yang bermanfaat bagi semua
lapisan masyarakat. Berbagai kegiatan yang dilakukan antara lain
adalah pendelegasian para Qurra' dan Huffaz ke dalam kegiatan social
masyarakat, baik masyarakat pendatang maupun bumiputera (pribumi),
dan juga mengadakan kegiatan rutinan, seperti khatmil Qur'an bi
al-ghaib yang dilakukan sebulan sekali dan tuisyen-tuisyen al-Qur'an,
serta qira'ah, dll.
Departemen Kesenian Islam
Departemen ini adalah sarana untuk mengembangkan dan mempromosikan
seni-seni Islami ke berbagai lapisan masyarakat, seperti seni Hadrah,
terbang banjari dan juga lagu nasyid yang populer di Malaysia.
Departemen Pemberdayaan Perempuan
Berangkat dari kesulitan mendirikan Badan Otonom Fatayat NU maupun
IPPNU karena minimnya komunitas warga NU Perempuan yang mau aktif
dan terjun dalam organisasi NU Malaysia, baik secara structural
maupun kultural memaksa NU Malaysia untuk mendirikan departemen
ini. Namun ia bukan berarti menafikan kaum perempuan itu sendiri,
karena komunitas warga perempuan NU di Malaysia boleh dikatakan
mencecah angka 8% dari komunitas kaum lelakinya. Sebagai implementasinya
departemen ini berusaha untuk memberikan konsep pemberdayaan dengan
melalui kegiatan-kegiatan yang ditawarkan. Jaringan komunikasi dengan
Pengurus Pusat Fatayat NU dan IPPNU juga dieratkan dalam rangka
tujuan ini.
LAKPESDAM
Organisasi ini merupakan Badan Otonom yang berada di bawah struktur
NU Cabang Istimewa Malaysia. Layaknya sebuah NGO yang bergerak dalam
bidang kajian dan pengembangan sumberdaya manusia, lembaga ini mencoba
memberikan alternatif kegiatan yang berwawasan untuk mengembangkan
sumberdaya manusia di kalangan warga NU, baik dengan melalu kajian
maupun kegiatan program praktis.#
|